Analisis · Sept. 17, 2026

ULTJ Akuisisi Frisian Flag Rp14,57 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali

Ultrajaya menyuntik 100% saham Frisian Flag lewat skema inbreng senilai Rp14,57 triliun, membuat FrieslandCampina otomatis wajib tender offer saham publik ULTJ.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan rencana mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun, aksi korporasi yang akan mengubah struktur pengendali perusahaan susu nasional ini. Transaksi dilakukan lewat skema inbreng — penyetoran saham sebagai modal — dikombinasikan dengan penerbitan saham baru ULTJ, menurut keterbukaan informasi yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (18/9/2026).

Skema Penerbitan Saham Baru

ULTJ akan menerbitkan hingga 7,88 miliar saham baru bernilai nominal Rp50 dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV. Dari jumlah itu, sekitar 6,78 miliar saham akan dialokasikan sebagai kompensasi kepada pemegang saham FFI saat ini, yakni FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) yang menguasai 78,09%, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. sebesar 16,91%, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa sebesar 5%.

FrieslandCampina Otomatis Jadi Pengendali Baru

Konsekuensi dari skema ini, FCIH akan berubah status menjadi pemegang saham pengendali ULTJ begitu transaksi rampung — dan wajib melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) atas saham ULTJ yang dipegang publik. Proyeksi kepemilikan FCIH di ULTJ pasca-transaksi berkisar 28,95% hingga 30,81%, tergantung tingkat partisipasi pemegang saham publik dalam rights issue. Di sisi lain, kepemilikan Sabana Prawirawidjaja selaku pengendali ULTJ saat ini akan terdilusi signifikan, dari 53,17% menjadi sekitar 32,19% pada skenario dasar.

Manajemen menyatakan penambahan modal ini bertujuan membiayai akuisisi FFI lewat "penyetoran 100,00% saham FFI oleh Pemegang Saham FFI ke dalam Perseroan sebagai setoran modal."

Skor Bandarmology ULTJ: Watch, Bertahan 4 Sesi

Di tengah kabar aksi korporasi besar ini, IDXAlpha mencatat skor komposit bandarmology ULTJ berada di +0,32 pada skala -2 sampai +2 — masuk rating Watch — dan telah bertahan selama 4 sesi perdagangan berturut-turut per data 17 September 2026. Harga saham ULTJ sendiri ditutup di Rp1.900, naik Rp20 atau 1,06% dari penutupan sebelumnya di Rp1.880. Konsistensi skor menjelang pengumuman aksi korporasi sebesar ini adalah salah satu pola yang dipantau lewat metodologi bandarmology IDXAlpha, meski tentu tidak bisa dijadikan kepastian arah harga ke depan.

Bagi investor ritel, transaksi ini penting diperhatikan karena dilusi kepemilikan signifikan berpotensi mengubah peta kendali dan arah strategi ULTJ ke depan, terutama dengan masuknya FrieslandCampina sebagai induk usaha multinasional yang lebih besar dari basis produk lokal.

Bukan rekomendasi jual/beli — untuk riset dan edukasi.

Saham yang dibahas: ULTJ

Data per Sept. 17, 2026 · metodologi · bukan rekomendasi jual/beli.